
Di kekaisaran abad ke-19 setelah perang, muncullah “tinju mekanis” yang melibatkan orang-orang yang tubuhnya telah dimodifikasi. Di bawah asuhan pamannya, Levius, seorang pemuda kesepian yang kehilangan ayahnya dalam perang dan ibunya dalam keadaan koma, memasuki dunia tinju mekanik.