
Ketika anak laki-laki tiba-tiba masuk ke tempat yang belum pernah mereka izinkan sebelumnya, beberapa anak perempuan cenderung merasa kesal. Jadi ketika keputusan dibuat untuk menggabungkan Akademi Swasta Putri Yuihime yang elit dan Akademi Swasta Kagamidai yang bersifat coedukasi, semua orang ingin lebih berhati-hati dalam menghindari masalah sambil menyatukan kedua Prajurit tersebut. Oleh karena itu, daripada hanya memasukkan anak laki-laki Kagamidai ke dalam gadis Yuihime sekaligus, sebuah rencana dibuat di mana sekelompok laki-laki uji akan dimasukkan ke Akademi Swasta Putri terlebih dahulu. Oleh karena itu, Shingo muda yang malang mendapati dirinya dilemparkan sebagai domba kurban kepada singa-singa betina Yuihime, yang sebenarnya tidak menunggunya dengan tangan terbuka. Akankah Shingo berhasil selamat dari lubang kematian yang direndam estrogen yaitu Yuihime? Bisakah anak perempuan belajar untuk lebih reseptif terhadap anak laki-laki? Dan sampai kapan sesuatu yang melibatkan celana dalam akan menyebabkan emosi berkobar, percikan api beterbangan, dan pertarungan antar jenis kelamin meledak? (Sumber: Karya Film Sentai)