
Menghormati nenek moyang dan menjaga tradisi lama tetap hidup adalah satu hal, namun ada yang menganggapnya ekstrem dan menggelikan. Di Kota Kawakami, memiliki nenek moyang samurai dan 'semangat juang' yang luar biasa bukan hanya fakta menarik, tapi juga merupakan bagian besar dari bagaimana Anda bisa diperingkat di tiang totem sosial. Hal ini, pada gilirannya, diterapkan pada kurikulum sekolah. Untungnya, anak-anak lokal seperti Yamato Naoe telah belajar mengatasinya dengan membentuk 'band' kecil (itulah tipe samurai, BUKAN musik). Namun, sementara keseimbangan seksual kelompok Yamato tampak baik-baik saja ketika ada tiga perempuan dan empat laki-laki, penambahan dua perempuan LEBIH secara tiba-tiba mulai membuat segalanya menjadi tidak terkendali! (Sumber: Karya Film Sentai)